Logo
Sistem Informasi Desa Piasa Kulon

SLOSOR MENGGAPAI HARAPAN " Part V "

Menembus Batas Isolasi: Memasuki Minggu ke-5, Warga Piasa Kulon Bahu-Membahu Lebarkan Jalan Menuju Grumbul Slosor

BANYUMAS – Semangat gotong royong warga Desa Piasa Kulon, Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas, patut diacungi jempol. Memasuki minggu kelima, aksi kerja bakti pelebaran jalan menuju Grumbul Slosor terus dikebut. Meski harus berhadapan dengan medan ekstrem berupa tebing curam berbatu dan lapisan tanah wadas yang keras, warga pantang surut langkah demi membuka akses bagi wilayah yang selama ini terisolir.

Medan Berat Bukan Halangan

Jalur menuju Grumbul Slosor dikenal memiliki topografi yang sangat menantang. Terletak di sebuah lembah tersembunyi di antara Igir Tipis dan Wagir, kawasan ini hanya dihuni oleh 5 Kepala Keluarga (KK). Selama bertahun-tahun, minimnya akses jalan yang memadai membuat wilayah ini terisolasi dari perkembangan sekitar.

Namun, wajah jalur ekstrem tersebut kini mulai berubah. Berkat kerja keras yang konsisten selama lebih dari sebulan, jalan yang dulunya sempit dan berbahaya kini sudah terlihat jauh lebih rapi dan lebar.

"Medannya memang luar biasa berat. Kita harus berhadapan dengan tebing curam dan tanah wadas yang keras. Tapi melihat progres di minggu kelima ini, di mana jalan sudah mulai terlihat rapi dan lebar, rasa lelah warga seolah terbayar," ujar Kepala Dusun (Kadus) C, Tuswanto, yang memimpin langsung pergerakan warga di lapangan.

Fokus Pengurugan Badan Jalan

Pada fase minggu kelima ini, fokus utama kerja bakti dialihkan pada penguatan dan stabilitas jalur. Warga secara kompak melakukan pengurugan badan jalan menggunakan karung-karung yang diisi tanah. Metode ini dipilih untuk menahan abrasi, memperkuat struktur pinggiran jalan yang bersinggungan dengan tebing, sekaligus meratakan permukaan jalan yang bergelombang agar nantinya aman dilalui kendaraan.

Ratusan karung tanah dipasang berundak secara manual oleh warga Dusun C yang bergotong royong tanpa kenal lelah.

Solidaritas Tanpa Batas: Konsumsi Swadaya

Ada pemandangan menarik sekaligus mengharukan di balik proyek swadaya ini. Seluruh kebutuhan logistik dan konsumsi selama kerja bakti berlangsung murni berasal dari swadaya masyarakat. Kaum ibu di desa setempat secara bergantian menyediakan makanan dan minuman ala kadarnya untuk membakar semangat para warga yang bekerja di bawah terik matahari.

Kepala Desa Piasa Kulon, Ratno, memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kekompakan dan determinasi yang ditunjukkan oleh warganya.

"Ini adalah bukti nyata bahwa persatuan warga kami masih sangat kuat. Pembukaan akses jalan ini bukan hanya soal infrastruktur fisik, tetapi tentang memerdekakan saudara-saudara kita di Grumbul Slosor dari isolasi geografis. Terima kasih kepada Pak Kadus Tuswanto, warga Dusun C, dan seluruh elemen yang terlibat," ungkap Kades Ratno bangga.

Dengan dilebarkannya jalur Igir Tipis–Wagir ini, diharapkan 5 KK di Grumbul Slosor dapat segera menikmati akses mobilitas yang layak, baik untuk urusan ekonomi, pendidikan, maupun kesehatan. Kerja bakti ini menjadi potret abadi bahwa sekeras apa pun tanah wadas dan securam apa pun tebing, akan kalah oleh runtuhnya keegoisan dan kuatnya gotong royong. (Red)

Tulis Komentar