Berita 29 Jul 2026 11 Dilihat

Menghormati Alam Melalui Nilai Luhur Budaya Ratiban dan Labuhan Desa Piasa Kulon

Website Resmi Desa Piasa Kulon

Menghormati Alam Melalui Nilai Luhur Budaya  Ratiban dan Labuhan Desa Piasa Kulon

Sebagai suatu komunitas sosial masyarakat pedesaan tidak hanya diidentikan dengan komunitas masyarakat agraris yang menggantungkan sebagian besar hidupnya pada sesuatu yang diberikan serta dipenuhi oleh alam.Namun,dari sudut lainnya masyarakat Pedesaan pula kerap dikaitkan dengan komunitas masyarakat adat yang dalam setiap rangkaian hidupnya selalu berkaitan erat dengan ritus dan aktivitas kebudayaan. Konsep ini sama seperti realitas yang terjadi dalam struktur dan aktivtas masyarakat Desa Piasa Kulon. Hal ini dapat diamati melalui pola ekonomi masyarakat yang bersifat agraris hidup berdampingan dengan nilai budaya dan tradisi yang melekat dalam setiap jalan hidup masyarakat. Salah satu aktivitas kebudayaan yang secara rutin dijalankan di Desa Piasa Kulon adalah kegiatan Ratiban dan Labuhan yang dilaksanakan pada moment-moment tertentu seperti tahun baru jawa,periode tanam,dan malam-malam tertentu.

            Secara konsep aktivitas ini merupakan serangakaian kegiatan syukuran yang diadakan guna menunjukan raya Syukur dan terima kasih terhadap tuhan dan semesta atas rezeki dan kenikmatan yang sudah diberikan selama suatu periode yang lalu dan sebagai sarana dalam mengharapkan kelancaran serta keberlimpahan rezeki pada periode mendatang. Sedangkan secara teknis,kegiatan ini dilangsungkan di tanah lapang dan terbuka,biasanya berada pada beberapa titik Lokasi penting dan sacral bagi Desa. Beberapa Lokasi tersebut salah satunya adalah Panembahan Kalikulur yang berada di Dusun C Desa Piasa Kulon. Keseluruhan kegiatan dilangsungkan dalam format doa Bersama di alam terbuka serta memiliki sedikit kemiripan dengan aktivitas yasin dan tahlil yang umum dilakukan oleh komunitas masyarakat Jawa. Alam terbuka menjadi pilihan dari lokasi kegiatan sebagai tanda kedekatan dan keharmonisan antara masyarakat desa dengan alam semesta. Dalam konsep sosial budaya yang lebih jauh masyarakat Jawa kemudian mengenal sistem makrokosmos serta mikrokosmos yang menekankan pada relasi dan hubungan timbal balik anatara manusia dengan semesta sebagai sesame ciptaan tuhan. Hadirnya paham serta konsep kausalitas antara manusia dengan alam semesta ini yang kemudian menjadi media berbasis sosial budaya yang digunakan masyarakat untuk menjaga keselarasan serta kelestarian alam.

            Kondisi ini sama halnya dengan yang terbentuk di Desa Piasa Kulon dimana manusia dan alam hidup Bersatu dan harmoni dalam suatu ikatan sosio-kultural. Nilai luhur budaya yang menekankan keterkaitan serta keterikatan antara manusia dengan alam semesta ini kemudian yang digunakan oleh masyarakat Desa Piasa Kulon dalam menjaga dan merawat alam di lingkungan Desa. Kesadaran serta kepedulian akan kelestarian lingkungan ini tumbuh beriringan dengan pemahaman masyarakat Desa tentang menjaga warisan leluhur agar tetap Lestari serta dapat melindungi dan mengayomi desa dari segala marabahaya yang akan datang menghampiri.


Tulis Komentar