Sistem Informasi Desa Piasa Kulon
PIASAKULON – Semangat kebersamaan dan gotong royong warga Desa Piasa Kulon, Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas, patut diacungi jempol. Hingga memasuki minggu keempat, aksi kerja bakti pelebaran jalan setapak menuju Grumbul Slosor masih terus berjalan dengan penuh antusiasme. Jalan yang semula sempit kini mulai tampak lebar, ditargetkan mencapai lebar 2,5 meter demi membuka aksesibilitas warga yang lebih layak.
Pada aksi kerja bakti terbaru, sebanyak 24 warga turun ke lokasi dengan membawa peralatan manual seperti cangkul dan linggis. Meski menggunakan alat seadanya, ritme kerja warga terlihat solid di bawah komando Kepala Dusun (Kadus) C, Tuswanto, yang bertindak sebagai Koordinator Lapangan (Korlap).
Perjuangan warga Grumbul Slosor tidaklah mudah. Medan yang mereka hadapi tergolong ekstrem, didominasi oleh tebing curam di sisi jalan, serta struktur tanah yang berbatu dan didominasi tanah wadas yang keras.
"Medannya memang menantang, kanan-kiri tebing curam dan tanahnya wadas keras. Kalau pakai cangkul biasa kadang membal, jadi linggis luar biasa terpakai di sini. Tapi melihat semangat warga yang konstan sampai minggu ke-4 ini, rasa lelah jadi tidak terasa," ujar Tuswanto selaku Korlap.
Untuk mengantisipasi longsor dan mengamankan struktur jalan yang baru dilebarkan, warga menyiasatinya dengan membuat talud darurat. Uniknya, talud ini dibuat secara swadaya memanfaatkan karung-karung yang diisi dengan tanah, kemudian disusun rapi di sepanjang tepi tebing.
Aksi nyata warga ini mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari Pemerintah Desa (Pemdes) Piasa Kulon. Kepala Desa Piasa Kulon, Ratno, menyampaikan rasa bangga atas kekompakan warganya yang tidak luntur hingga satu bulan berjalan. Dukungan moral dan koordinasi dari pemdes terus mengalir agar pembangunan akses jalan ini bisa selesai dengan selamat dan lancar.
Hebatnya lagi, seluruh kebutuhan konsumsi para pekerja yang terlibat murni berasal dari swadaya masyarakat. Setiap ada kera bakti, warga secara bergantian menyediakan kopi, teh hangat, serta makanan ringan untuk membakar semangat mereka yang sedang bekerja bakti.
Pelebaran jalan menjadi 2,5 meter ini diproyeksikan akan membawa perubahan besar bagi mobilitas ekonomi, sosial, dan kesehatan warga Grumbul Slosor. Jika sebelumnya jalan hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki atau kendaraan roda dua dengan ekstra hati-hati, ke depan akses ini diharapkan bisa lebih ramah dan aman bagi seluruh aktivitas warga desa. Ditengah gempuran zaman modern, warga Piasa Kulon membuktikan bahwa "kunci" pembangunan desa yang paling ampuh adalah kekuatan gotong royong.