Logo
Sistem Informasi Desa Piasa Kulon

Peringati 1 Muharam, Masjid Gelar Pengajian Rutin dan Santunan Anak Yatim

Peringati 1 Muharam, Masjid Gelar Pengajian Rutin dan Santunan Anak Yatim: "Jangan Hanya Menyantuni di Bulan Suro"

PIASA KULON – Suasana penuh berkah dan haru menyelimuti acara pengajian rutin dalam rangka memperingati Hari Besar Islam Tahun Baru Hijriah 1 Muharam. Acara yang berpusat di masjid desa ini dirangkaikan dengan pemberian santunan kepada sejumlah anak yatim, yang dihadiri oleh ratusan jemaah, tokoh agama, serta perangkat lingkungan setempat.

Peringatan tahun baru Islam ini menjadi momentum penting bagi warga untuk merefleksikan diri, mempertebal keimanan, sekaligus memperkuat kepedulian sosial terhadap sesama, khususnya kepada anak-anak yatim yang membutuhkan uluran tangan.

Keutamaan Bulan Muharam dan Hijrah Spiritual

Acara inti pengajian menghadirkan penceramah Bapak Amanto, yang menyampaikan tausiah mendalam dengan tema "Keutamaan Bulan Muharam". Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa Muharam adalah salah satu bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT (Asyhurul Hurum), di mana setiap amal kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya.

"Bulan Muharam adalah momentum bagi kita untuk melakukan hijrah spiritual. Hijrah dari kebiasaan buruk menuju kebaikan, dan dari kemalasan menuju ketaatan. Salah satu amalan utama di bulan ini adalah menyayangi dan memuliakan anak yatim, sebagaimana yang dicontohkan oleh Baginda Nabi Muhammad SAW," tutur Bapak Amanto dalam ceramahnya.

Beliau juga mengajak para jemaah untuk memanfaatkan awal tahun Hijriah ini dengan memperbanyak puasa sunah, berzikir, dan meningkatkan kepedulian sosial di lingkungan sekitar.

Pesan Mendalam Takmir: Kepedulian yang Berkelanjutan

Setelah penyampaian tausiah, acara dilanjutkan dengan prosesi santunan anak yatim. Suasana haru tampak jelas saat satu per satu anak yatim maju ke depan untuk menerima santunan yang telah dikumpulkan dari swadaya para jemaah.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan dari Takmir Masjid memberikan sambutan dan pesan yang sangat mendalam kepada seluruh jemaah yang hadir. Takmir mengingatkan bahwa tanggung jawab terhadap anak yatim tidak boleh bersifat musiman.

"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kedermawanan para jemaah sekalian. Namun, ada satu hal penting yang perlu kita renungkan bersama: anak yatim ini jangan hanya disantuni dan diperhatikan di bulan Muharam atau bulan Suro saja," tegas perwakilan Takmir Masjid.

Lebih lanjut, Takmir mengajak warga untuk terus memantau dan membantu kebutuhan hidup, pendidikan, serta perkembangan anak-anak yatim tersebut di bulan-bulan berikutnya sepanjang tahun. "Mereka butuh makan, butuh sekolah, dan butuh kasih sayang setiap hari, bukan setahun sekali," tambahnya.

Penutup dan Doa Bersama

Acara pengajian rutin dan santunan ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat. Jemaah berdoa agar di tahun baru Islam ini, seluruh warga diberikan kesehatan, keberkahan rezeki, serta keharmonisan.

Melalui kegiatan ini, pihak panitia dan takmir masjid berharap kesadaran jemaah untuk saling berbagi semakin meningkat, sehingga tidak ada satu pun anak yatim di lingkungan sekitar yang merasa sendirian dalam menjalani kehidupan sehari-hari.


Tulis Komentar