Sistem Informasi Desa Piasa Kulon

Mempererat Ukhuwah dan Menyambut Idul Adha: Kemeriahan Pengajian Rutin Malam Selasa Pon di Masjid Sholeh Syaiban Majdu

Mempererat Ukhuwah dan Menyambut Idul Adha: Kemeriahan Pengajian Rutin Malam Selasa Pon di Masjid  Sholeh Syaiban Majdu

PIASA – Suasana khidmat dan penuh keberkahan menyelimuti kompleks Balai Desa Piasa pada Senin malam (Selasa Pon). Warga Dusun B khususnya, dan masyarakat Desa Piasa pada umumnya, tampak berbondong-bondong memadati Masjid  Sholeh Syaiban Majdu untuk menghadiri kegiatan pengajian rutinan yang sudah menjadi tradisi luhur di wilayah tersebut.

Pengajian rutinan kali ini terasa istimewa karena mengangkat tema yang sangat relevan dengan bulan suci mendatang, yaitu "Meneladani Keikhlasan Nabi Ibrahim dalam Momentum Idul Adha", dengan menghadirkan penceramah kondang, Kyai Amanto Afifudin.

Sambutan Kepala Dusun B: Ajakan Menjaga Kerukunan dan Gotong Royong

Sebelum acara inti dimulai, jemaah mendengarkan sambutan dari Bapak Kusno selaku Kepala Dusun B. Dalam penyampaiannya, Pak Kusno menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh warga yang terus konsisten meramaikan pengajian rutinan ini.

"Pengajian Malam Selasa Pon ini bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan wadah silaturahmi yang paling efektif bagi warga Dusun B. Terlebih menjelang Hari Raya Idul Adha, mari kita perkuat semangat gotong royong, saling berbagi, dan menjaga kerukunan antarwarga," ujar Pak Kusno dalam sambutannya.

Beliau juga mengingatkan pentingnya persiapan menyambut ibadah kurban, baik secara teknis pelaksanaan di masjid maupun kesiapan mental untuk saling berbagi dengan sesama.

Inti Ceramah Kyai Amanto Afifudin: Makna Kurban Lebih dari Sekadar Menyembelih Hewan

Memasuki acara inti, Kyai Amanto Afifudin memberikan tausiyah yang mendalam namun disampaikan dengan gaya yang segar dan mudah dipahami oleh warga. Dalam ceramah bertema Idul Adha tersebut, beliau menekankan bahwa esensi utama dari Idul Adha adalah ketakwaan dan keikhlasan, meniru kisah agung Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.

Beberapa poin penting yang disampaikan oleh Kyai Amanto Afifudin antara lain:

  • Hakikat Keikhlasan: Hewan kurban yang disembelih hanyalah simbol. Yang sampai kepada Allah SWT bukanlah daging atau darahnya, melainkan ketakwaan dan keikhlasan dari orang yang berkurban.

  • Mengikis Sifat Egois: Menyembelih hewan kurban disimbolkan sebagai upaya menyembelih "sifat-sifat kebinatangan" yang ada dalam diri manusia, seperti tamak, egois, dan mau menang sendiri.

  • Kepedulian Sosial: Idul Adha adalah momentum untuk meningkatkan kepekaan sosial. Memastikan bahwa pada hari raya tersebut, seluruh warga—terutama yang kurang mampu—bisa merasakan kebahagiaan yang sama.

         "Kurban itu bukti cinta kita kepada Sang Pencipta dan kepedulian kita kepada sesama manusia. Jangan sampai kita mampu beli gadget mahal, tapi merasa berat untuk berkurban,"

seloroh Kyai Amanto yang disambut tawa dan anggukan setuju dari para jemaah.

Antusiasme Warga Piasa

Pengajian yang berlangsung hingga larut malam ini berjalan dengan sangat tertib. Saf laki-laki dan perempuan tampak penuh, mencerminkan tingginya antusiasme spiritual masyarakat Piasa.

Acara kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Kyai Amanto Afifudin, memohon keberkahan, kedamaian, serta kesejahteraan bagi seluruh warga Desa Piasa, khususnya warga Dusun B.

Dengan terlaksananya pengajian ini, diharapkan masyarakat dapat menyambut Hari Raya Idul Adha dengan hati yang bersih, penuh keikhlasan, dan semangat berbagi yang lebih membara.


Tulis Komentar