Sistem Informasi Desa Piasa Kulon

Sosialisasi Desa Tangguh Bencana (DESTANA) Demi Penguatan Resiliensi dan Kemandirian Desa Melalui Pemberdayaan Masyarakat

Piasa Kulon, 3 Februari 2026 — Pemerintah Desa Piasa Kulon menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Desa Tangguh Bencana (DESTANA) pada Kamis, 30 Januari 2026, sebagai upaya penguatan resiliensi dan kemandirian desa melalui pemberdayaan masyarakat dalam menghadapi bencana tanah longsor. Kegiatan ini dikoordinasikan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) yang bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

FGD tersebut diikuti oleh unsur pemerintah desa, perwakilan masyarakat, tokoh masyarakat, serta pihak terkait lainnya. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman bersama mengenai risiko bencana tanah longsor yang berpotensi terjadi di wilayah Desa Piasa Kulon serta menyusun langkah-langkah penanggulangan bencana secara partisipatif, terstruktur, dan berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya, FGD membahas beberapa agenda utama, di antaranya penyusunan dan penguatan Surat Keputusan (SK) Kebencanaan Desa sebagai landasan kelembagaan penanggulangan bencana di tingkat desa. Selain itu, peserta juga melakukan pembahasan lembar kerja kebencanaan yang mencakup berbagai aspek, meliputi aspek sosial, sumber daya manusia, ekonomi, infrastruktur, serta lintas sektor, guna mengidentifikasi kapasitas, kerentanan, dan potensi sumber daya desa dalam menghadapi bencana tanah longsor.

Kegiatan ini juga menghasilkan pemutakhiran Peta Risiko Bencana Tanah Longsor Desa Piasa Kulon yang disusun secara partisipatif berdasarkan kondisi wilayah dan pengalaman masyarakat setempat. Peta tersebut menjadi acuan penting dalam perencanaan mitigasi, kesiapsiagaan, serta penanganan bencana secara tepat sasaran.

Selain itu, FGD DESTANA ini membahas dan menyusun Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) Desa Piasa Kulon sebagai dokumen perencanaan strategis dalam menghadapi bencana tanah longsor. RPB tersebut selanjutnya dirumuskan ke dalam Rencana Aksi Komunitas (RAK) yang memuat langkah-langkah konkret serta pembagian peran masyarakat dan pemangku kepentingan dalam upaya pengurangan risiko bencana.

Melalui koordinasi mahasiswa KKN Unsoed bersama BPBD dan dukungan aktif masyarakat, kegiatan FGD DESTANA ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas desa dalam menghadapi bencana tanah longsor, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta mewujudkan Desa Piasa Kulon sebagai desa yang tangguh, mandiri, dan siap siaga terhadap bencana.

Tulis Komentar