Logo
Sistem Informasi Desa Piasa Kulon

Lestarikan Budaya, Desa Piasa Kulon Gelar Pagelaran Wayang Kulit Dalang Cilik

Lestarikan Budaya, Desa Piasa Kulon Gelar Pagelaran Wayang Kulit Dalang Cilik di Malam Satu Suro

PIASA KULON – Dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam sekaligus menyambut bulan Suro (Suran), Pemerintah Desa Piasa Kulon menggelar acara yang sarat akan makna budaya. Bertempat di Pendopo Embung Rawa Bener, antusiasme warga tumpah ruah menyaksikan Pagelaran Wayang Kulit yang dibawakan secara memukau oleh seorang Dalang Cilik.

Acara yang dimulai tepat pukul 20.00 WIB ini berlangsung sangat meriah dan dihadiri oleh ratusan warga dari berbagai usia, tokoh masyarakat, serta perangkat desa.

Kombinasi Tradisi dan Regenerasi Seni

Ada yang unik dan istimewa dari peringatan Suran kali ini. Jika biasanya wayang kulit identik dengan dalang senior, Desa Piasa Kulon justru memberikan panggung utama kepada seorang aset masa depan: Dalang Cilik.

Meskipun masih berusia muda, sang dalang cilik sukses membius penonton lewat sabetan wayang yang lincah, suara tokoh yang berkarakter, serta banyolan-banyolan segar di sesi limbukan dan goro-goro. Riuh tepuk tangan penonton terus menggema di area Pendopo Embung Rawa Bener hingga akhir pertunjukan.

Dukungan Penuh Pemerintah Desa untuk Kelestarian Budaya

Kepala Desa Piasa Kulon menyampaikan bahwa pemilihan dalang cilik dalam momentum Tahun Baru Islam ini bukan tanpa alasan. Acara ini sengaja digelar sebagai bentuk komitmen dan dukungan nyata pemerintah desa dalam menjaga, merawat, dan melestarikan kebudayaan leluhur.

"Kami ingin menunjukkan bahwa budaya Jawa, khususnya wayang kulit, tidak akan punah. Dengan menampilkan dalang cilik, Pemerintah Desa Piasa Kulon berkomitmen penuh mendukung regenerasi seniman muda agar generasi penerus tetap mencintai budayanya sendiri," ungkapnya di sela-sela acara.

Suasana Meriah di Pinggir Embung

Lokasi acara di Pendopo Embung Rawa Bener menambah kesakralan sekaligus kemeriahan malam Suran. Angin malam yang sepoi-sepoi berpadu apik dengan alunan gending Jawa dari para penabuh gamelan (wiyaga) dan suara merdu para sinden.

Pedagang UMKM lokal yang menjajakan aneka kuliner di sekitar embung juga turut kecipratan rezeki, membuat suasana malam pergantian tahun hijriah ini menjadi pesta rakyat yang menggerakkan ekonomi desa.

Acara yang berlangsung semalam suntuk hingga selesai ini berjalan dengan aman, tertib, dan penuh khidmat. Lewat pagelaran ini, Desa Piasa Kulon tidak hanya sukses menyambut Tahun Baru Islam dengan doa dan refleksi, tetapi juga berhasil mengirimkan pesan kuat tentang pentingnya menjaga urat nadi kebudayaan bangsa.


Tulis Komentar