Logo
Sistem Informasi Desa Piasa Kulon

SLOSOR MENGGAPAI HARAPAN "PartVII"

Menantang Tebing Berbatu: 6 Minggu Perjuangan Warga Piasa Kulon Buka Akses Jalan untuk Grumbul Slosor

BANYUMAS – Di tengah modernisasi dan kemajuan zaman, semangat gotong royong ternyata masih hidup kuat di pelosok Kabupaten Banyumas. Selama enam minggu terakhir, setiap hari Minggu, puluhan warga Desa Piasa Kulon, Kecamatan Somagede, bahu-membahu membuka jalur isolasi bagi saudara-saudara mereka di Grumbul Slosor.

Bukan perkara mudah. Medan yang dihadapi adalah jalur cadas yang terjal dan dipenuhi batuan keras. Tanpa bantuan alat berat, warga hanya mengandalkan kekuatan fisik serta dua alat tradisional: cangkul dan linggis. Namun, keterbatasan alat itu sama sekali tidak menyurutkan nyala semangat mereka.

Bergantian dari 9 RT, Pantang Menyerah demi Kemanusiaan

Aksi kerja bakti pelebaran jalan ini diinisiasi demi membuka akses transportasi yang layak bagi warga Grumbul Slosor yang selama ini merasa terisolasi. Medan yang berat membuat mobilitas warga—baik untuk urusan ekonomi, kesehatan, maupun pendidikan—menjadi sangat terbatas.

Di bawah koordinasi Kepala Dusun (Kadus) C, Tuswanto, kerja bakti ini diatur dengan sistem giliran agar konsisten dan tidak putus di tengah jalan.

  • Cakupan Warga: Melibatkan warga dari 9 Rukun Tetangga (RT) di Desa Piasa Kulon.

  • Sistem Kerja: Setiap hari Minggu, warga bergiliran datang ke lokasi.

  • Jumlah Personel: Berkisar antara 20 hingga 50 orang setiap minggunya, tergantung jadwal giliran RT.

"Ini sudah berjalan enam minggu berturut-turut. Medannya memang cadas terjal dan berbatu, berat sekali kalau hanya pakai linggis dan cangkul. Tapi melihat semangat warga yang luar biasa dan kompak, kami optimis jalan ini akan segera bisa dilalui dengan aman," ujar Tuswanto di sela-sela memimpin kerja bakti.

Konsumsi Swadaya, Bukti Kepedulian yang Nyata

Kepala Desa Piasa Kulon, Ratno, memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas swadaya dan kerelaan warganya. Menurutnya, pemerintah desa sangat mendukung gerakan ini, terlebih semua kebutuhan logistik dan konsumsi selama kerja bakti murni berasal dari swadaya masyarakat sendiri. Warga yang tidak bisa hadir menyumbang dalam bentuk makanan, kopi, dan camilan untuk mereka yang bekerja di lapangan.

"Akses jalan ke Grumbul Slosor ini adalah urat nadi yang sangat dinantikan. Kami bangga, di tengah keterbatasan, warga kami memiliki mental pantang menyerah. Ini adalah bukti nyata bahwa ikatan persaudaraan dan kepedulian antarwarga di Piasa Kulon masih sangat kental," tutur Kades Ratno.

Hingga minggu keenam ini, progres pelebaran jalan terus menunjukkan perkembangan positif. Bebatuan cadas sedikit demi sedikit berhasil dipecahkan dengan linggis, dan tanah yang terjal mulai diratakan. Warga menegaskan tidak akan berhenti bergotong royong setiap hari Minggu sampai Grumbul Slosor benar-benar terbebas dari isolasi geografis.

Tulis Komentar