Sistem Informasi Desa Piasa Kulon
PIASA KULON – Upaya menekan angka putus sekolah terus digencarkan. Hari ini, tim dari Dinas Pendidikan terjun langsung ke Desa Piasa Kulon untuk melakukan pendataan menyeluruh terhadap anak-anak yang tidak mengenyam bangku pendidikan formal.
Dalam kegiatan ini, petugas Dinas Pendidikan tampak didampingi oleh personil Babinsa setempat. Kehadiran TNI dalam pendataan ini bertujuan untuk memastikan proses berjalan lancar sekaligus melakukan pendekatan persuasif kepada warga melalui pendekatan teritorial.
Kegiatan ini bukan sekadar pengumpulan data statistik. Fokus utama dari aksi turun lapangan ini adalah:
Identifikasi Kendala: Mencari tahu alasan spesifik di balik keputusan anak berhenti sekolah (faktor ekonomi, akses, atau kurangnya motivasi).
Pemetaan Domisili: Mendata sebaran anak tidak sekolah agar bantuan tepat sasaran.
Dialog Orang Tua: Memberikan edukasi kepada wali murid mengenai pentingnya pendidikan bagi masa depan anak.
Pemerintah desa dan Dinas Pendidikan menegaskan bahwa pendataan ini adalah langkah awal untuk merumuskan solusi konkret.
"Kami tidak ingin hanya mendata, tapi kami ingin mencari solusi. Apakah nantinya anak-anak ini akan diarahkan ke sekolah reguler, melalui jalur Kejar Paket (Pendidikan Kesetaraan), atau pemberian beasiswa khusus," ujar salah satu petugas di lapangan.
Keterlibatan Babinsa juga diharapkan mampu memberikan rasa aman dan memotivasi para remaja di Desa Piasa Kulon agar memiliki semangat kembali untuk belajar. Dengan sinergi antara instansi pendidikan, aparat keamanan, dan perangkat desa, diharapkan angka anak tidak sekolah di wilayah ini dapat ditekan hingga titik nol.