Sistem Informasi Desa Piasa Kulon

Ketahanan Pangan BUMDes

BUMDes Manunggal Jaya Piasa Kulon Dorong Ketahanan Pangan Lewat Greenhouse Melon & Sayuran Organik di Desa Piasa Kulon, Somagede, Banyumas – Ketahanan pangan desa tak lagi sekadar wacana di Desa Piasa Kulon, Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas. Melalui BUMDes Manunggal Jaya, desa ini menjalankan program prioritas nasional yaitu ketahanan pangan melalui pertanian hortikultura dengan hasil yang sudah mulai dirasakan warga.Program ini fokus pada budidaya melon dan sayuran organik, menggunakan sistem greenhouse. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas produksi meski cuaca tak menentu, sekaligus meningkatkan nilai jual hasil panen.Kolaborasi Pengelola Muda BerpendidikanKeberhasilan program ini ditopang oleh tim pengelola yang solid dan berlatar belakang pendidikan pertanian dan sains.Ketua BUMDes: Dedi Priyanto. Lulusan Fakultas Pertanian UNSOED, membawa keahlian teknis budidaya dan manajemen pertanian modern.Sekretaris: Septi Nurhasanah. Lulusan ITB penerima beasiswa, menangani administrasi, pelaporan, dan pengembangan jaringan kemitraan.Bendahara: Susanti Mardiana. Guru TK Pertiwi 2 yang mengelola keuangan program secara transparan dan akuntabel.Ketiganya mewakili pemuda pelopor dan perintis untuk memajukan desa menuju kemandirian pangan dan ekonomi.Sistem Greenhouse: Kunci Panen StabilDengan sistem greenhouse, tanaman terlindungi dari hujan deras, hama, dan fluktuasi suhu. Irigasi tetes diterapkan untuk efisiensi air dan nutrisi. Hasilnya, tanaman melon tumbuh seragam dengan kadar gula tinggi, sementara sayuran organik bebas residu pestisida kimia.Sayuran sudah beberapa kali dipanen dengan hasil memuaskan. Produk dijual ke pasar desa dan langsung ke warga Desa Piasa Kulon. Selain meningkatkan pendapatan BUMDes, harga jual ke warga ditekan lebih rendah dari harga pasar untuk menjaga akses pangan murah.Dukungan Penuh Pemerintah DesaProgram ini mendapat dukungan penuh dari Kepala Desa Piasa Kulon, Bapak Ratno. Menurutnya, inisiatif BUMDes Manunggal Jaya sejalan dengan arah kebijakan desa untuk mengurangi ketergantungan pangan dari luar dan menciptakan lapangan kerja bagi pemuda.“Ini bukti desa bisa mengelola pertanian modern. Kalau dikelola serius, hasil bumi desa bisa jadi sumber pendapatan utama,” ujar Kades Ratno.Menuju Desa MandiriBUMDes Manunggal Jaya tidak berhenti di sini. Ke depan, program akan diperluas dengan penambahan unit greenhouse dan pelatihan bagi petani lokal agar teknik budidaya organik bisa menyebar ke tingkat rumah tangga, dengan pendampingan dari Dinas Pertanian dan Pendamping Desa.Model ini menjadi contoh nyata bagaimana program prioritas nasional ketahanan pangan bisa dijalankan di level desa dengan mengandalkan SDM lokal, teknologi tepat guna, dan semangat gotong royong.BUMDes Manunggal Jaya membuktikan: desa mandiri bukan cita-cita kosong, tapi kerja nyata yang sudah mulai dipanen hasilnya.Ketahanan Pangan BUMDesa Piasa Kulon: Inovasi Melon dan Sayuran dengan Sistem Greenhouse di Desa Piasa Kulon Somagede Banyumas


Ketahanan pangan di tingkat desa menjadi kunci kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Di Desa Piasa Kulon, Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas, BUMDesa Piasa Kulon mengambil langkah nyata melalui budidaya buah dan sayuran hortikultura berbasis teknologi sederhana tepat guna namun produktif.


Program Unggulan di Bawah Kepemimpinan Dedi Priyanto  

Di bawah kepemimpinan Ketua BUMDes Dedi Priyanto, BUMDes Manunggal Jaya Desa Piasa Kulon mengembangkan usaha pertanian hortikultura sebagai program ketahanan pangan desa. Fokus utama berada pada dua komoditas bernilai ekonomi tinggi: buah melon dan aneka sayuran organik.


Pemilihan melon bukan tanpa alasan. Permintaan pasar lokal Banyumas dan Purwokerto terus meningkat, sementara masa panen yang relatif singkat 65-75 hari membuat perputaran modal lebih cepat. Sementara sayuran seperti kacang panjang, kangkung, cabai, tomat, dan sawi menjadi penyeimbang untuk memenuhi kebutuhan harian warga dan stabilisasi harga di tingkat desa.


Sistem Greenhouse untuk Produksi Stabil Sepanjang Tahun  

Yang membedakan program ini adalah penggunaan sistem greenhouse. Dengan struktur rumah kasa dan plastik UV, tanaman terlindungi dari curah hujan tinggi, hama, dan fluktuasi cuaca yang sering mengganggu petani konvensional di Banyumas.


Keuntungan sistem greenhouse di BUMDesa Piasa Kulon:

1. Kualitas hasil lebih seragam - Melon yang dihasilkan memiliki kadar gula dan ukuran buah yang konsisten, sehingga mudah diterima pasar modern dan pedagang buah.

2. Penggunaan air lebih efisien - Sistem irigasi tetes diterapkan untuk mengurangi pemborosan air, penting di musim kemarau.

3. Minim pestisida - Lingkungan terkontrol membuat serangan hama berkurang, hasil panen lebih aman dikonsumsi.

4. Produksi sepanjang tahun - Tidak tergantung musim, sehingga pendapatan BUMDesa lebih stabil.


Dampak bagi Ketahanan Pangan dan Ekonomi Desa

Program ini tidak hanya berorientasi pada keuntungan BUMDesa. Hasil panen sebagian dijual ke pasar induk Purwokerto, sebagian lagi dipasarkan langsung ke warga Piasa Kulon dengan harga lebih terjangkau. Ini membantu menekan inflasi pangan lokal.


Selain itu, kegiatan greenhouse membuka lapangan kerja bagi warga desa, terutama pemuda dan ibu-ibu, untuk belajar teknik budidaya modern. Pengetahuan ini perlahan ditularkan ke petani kecil di sekitar, sehingga dampaknya meluas.


BUMDesa Piasa Kulon juga merencanakan integrasi dengan program pekarangan pangan lestari milik desa. Bibit dan pendampingan teknis dari program greenhouse diharapkan bisa memperkuat ketahanan pangan di tingkat rumah tangga.


Tantangan dan Rencana ke Depan

Meski berjalan positif, tantangan tetap ada: perawatan greenhouse membutuhkan disiplin teknis, dan modal awal untuk infrastruktur masih menjadi hambatan. Ke depan, Pak Dedi Priyanto menargetkan penambahan unit greenhouse dan kerja sama dengan koperasi untuk akses pasar yang lebih luas.


Inisiatif BUMDesa Piasa Kulon menunjukkan bahwa desa mampu membangun ketahanan pangan bukan hanya dengan padi dan jagung, tetapi juga melalui hortikultura bernilai tambah yang dikelola secara profesional.


Tulis Komentar