Sistem Informasi Desa Piasa Kulon

Ketahanan Pangan BUMDes

Ketahanan Pangan BUMDesa Piasa Kulon: Inovasi Melon dan Sayuran dengan Sistem Greenhouse di Somagede Banyumas


Ketahanan pangan di tingkat desa menjadi kunci kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Di Desa Piasa Kulon, Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas, BUMDesa Piasa Kulon mengambil langkah nyata melalui budidaya hortikultura berbasis teknologi sederhana namun produktif.


Program Unggulan di Bawah Kepemimpinan Dedi Priyanto  

Di bawah kepemimpinan Ketua BUMDesa Dedi Priyanto, BUMDesa Piasa Kulon mengembangkan usaha pertanian hortikultura sebagai program ketahanan pangan desa. Fokus utama berada pada dua komoditas bernilai ekonomi tinggi: buah melon dan aneka sayuran.


Pemilihan melon bukan tanpa alasan. Permintaan pasar lokal Banyumas dan Purwokerto terus meningkat, sementara masa panen yang relatif singkat 65-75 hari membuat perputaran modal lebih cepat. Sementara sayuran seperti cabai, tomat, dan sawi menjadi penyeimbang untuk memenuhi kebutuhan harian warga dan stabilisasi harga di tingkat desa.


Sistem Greenhouse untuk Produksi Stabil Sepanjang Tahun  

Yang membedakan program ini adalah penggunaan sistem greenhouse. Dengan struktur rumah kasa dan plastik UV, tanaman terlindungi dari curah hujan tinggi, hama, dan fluktuasi cuaca yang sering mengganggu petani konvensional di Banyumas.


Keuntungan sistem greenhouse di BUMDesa Piasa Kulon:

1. Kualitas hasil lebih seragam - Melon yang dihasilkan memiliki kadar gula dan ukuran buah yang konsisten, sehingga mudah diterima pasar modern dan pedagang buah.

2. Penggunaan air lebih efisien - Sistem irigasi tetes diterapkan untuk mengurangi pemborosan air, penting di musim kemarau.

3. Minim pestisida - Lingkungan terkontrol membuat serangan hama berkurang, hasil panen lebih aman dikonsumsi.

4. Produksi sepanjang tahun - Tidak tergantung musim, sehingga pendapatan BUMDesa lebih stabil.


Dampak bagi Ketahanan Pangan dan Ekonomi Desa

Program ini tidak hanya berorientasi pada keuntungan BUMDesa. Hasil panen sebagian dijual ke pasar induk Purwokerto, sebagian lagi dipasarkan langsung ke warga Piasa Kulon dengan harga lebih terjangkau. Ini membantu menekan inflasi pangan lokal.


Selain itu, kegiatan greenhouse membuka lapangan kerja bagi warga desa, terutama pemuda dan ibu-ibu, untuk belajar teknik budidaya modern. Pengetahuan ini perlahan ditularkan ke petani kecil di sekitar, sehingga dampaknya meluas.


BUMDesa Piasa Kulon juga merencanakan integrasi dengan program pekarangan pangan lestari milik desa. Bibit dan pendampingan teknis dari program greenhouse diharapkan bisa memperkuat ketahanan pangan di tingkat rumah tangga.


Tantangan dan Rencana ke Depan

Meski berjalan positif, tantangan tetap ada: perawatan greenhouse membutuhkan disiplin teknis, dan modal awal untuk infrastruktur masih menjadi hambatan. Ke depan, Pak Dedi Priyanto menargetkan penambahan unit greenhouse dan kerja sama dengan koperasi untuk akses pasar yang lebih luas.


Inisiatif BUMDesa Piasa Kulon menunjukkan bahwa desa mampu membangun ketahanan pangan bukan hanya dengan padi dan jagung, tetapi juga melalui hortikultura bernilai tambah yang dikelola secara profesional.


Tulis Komentar