Sistem Informasi Desa Piasa Kulon

GULA KELAPA ORGANIK

Informasi Produk UMKM
  • PIRT:
  • BPOM:
  • Pemilik UMKM: JUMADI
  • NIB:
  • Alamat: RT04 RW05 PIASA KULON
  • WhatsApp Produk:
    Pesan Sekarang

Jumadi, Perajin Gula Kelapa Piasa Kulon yang Mulai Menyadap Sehabis Subuh


Setiap pagi, suasana RT 04 RW 05 Desa Piasa Kulon, Banyumas, sudah ramai sejak selesai salat Subuh. Itu pertanda Jumadi, perajin gula kelapa setempat, mulai berangkat ke kebun untuk menyadap nira.Bagi Jumadi, menyadap nira harus dilakukan saat udara masih dingin dan pohon kelapa belum terkena panas matahari. Nira yang keluar pagi hari lebih banyak, bening, dan tidak cepat asam. 

“Selesai subuh langsung berangkat. Kalau telat, nira bisa berubah rasa dan kualitas gula jadi turun,” ujarnya.Nira yang didapat kemudian disaring dan dimasak di tungku kayu selama 3-4 jam. Proses perebusan dan pengadukan dilakukan sendiri istri Jumadi di dapur rumah. Api dijaga kecil supaya gula tidak gosong dan warnanya tetap cokelat keemasan khas.Hasilnya ada dua jenis: gula cetak. Produk ini kemudian dijual ke pasar, online dan pengepul lokal. 

Dalam seminggu, Jumadi bisa menghasilkan 15-20 kg gula kelapa, tergantung banyaknya pohon yang disadap dan cuaca.Warga sekitar menilai usaha Jumadi membantu menjaga tradisi pembuatan gula kelapa yang sudah ada sejak lama di Piasa Kulon. Selain menambah penghasilan keluarga, kegiatan ini juga memanfaatkan potensi pohon kelapa yang banyak tumbuh di pekarangan .

Gula kelapa adalah pemanis alami yang dibuat dari nira pohon kelapa. Rasanya khas, warnanya cokelat kemerahan, dan banyak dipakai untuk masakan tradisional, jajanan, sampai bahan ekspor. Proses pembuatannya sederhana tapi butuh ketelitian supaya hasilnya tidak mudah berjamur dan rasanya tetap manis legit.

1. Penyadapan Nira

Proses dimulai dari pohon kelapa yang sudah produktif, biasanya berumur 8-12 tahun. 

Penyadap memotong sedikit ujung mayang kelapa, lalu memasang bumbung bambu atau wadah penampung di bawahnya. Nira akan menetes perlahan selama 12-24 jam. 

Penyadapan dilakukan 2 kali sehari, pagi dan sore, supaya nira tetap segar. Nira yang baik berwarna bening, tidak asam, dan berbau harum.

2. Penyaringan

Nira yang terkumpul langsung disaring menggunakan kain bersih untuk memisahkan kotoran, serangga, atau bunga kelapa yang ikut jatuh. 

Tahap ini penting karena kotoran bisa membuat gula cepat basi dan rasanya berubah.

3. Perebusan

Nira disaring kemudian dimasak di wajan besar di atas tungku kayu. Api harus dijaga stabil, tidak terlalu besar supaya nira tidak gosong. 

Proses perebusan memakan waktu 3-5 jam sambil terus diaduk. Awalnya nira encer, lama-lama mengental dan berubah warna menjadi cokelat keemasan. 

Penanda gula sudah jadi adalah ketika adonan mulai mengental, berbuih kecil, dan kalau diteteskan ke air tidak langsung larut.

4. Pengadukan dan Pencetakan

Setelah mencapai kekentalan pas, api dimatikan. Adonan gula diaduk terus sampai setengah dingin dan mulai mengkristal.

Untuk gula cetak, adonan dituang ke batok kelapa, bambu, atau cetakan kayu saat masih panas, lalu didinginkan sampai mengeras.

5. Pengeringan dan Pengemasan

Gula yang sudah dicetak atau menjadi gula semut dikeringkan dulu 1-2 hari di tempat teduh agar kadar air turun. 

Setelah kering, gula dikemas menggunakan plastik food grade atau daun kelapa supaya tahan lama dan tidak lembap.Kunci Kualitas Gula Kelapa yang BagusNira harus segar dan tidak fermentasi. Kalau sudah asam, gula akan pahit dan warnanya gelap.Perebusan tidak boleh terlalu cepat. Api besar bikin gula gosong di luar tapi belum matang di dalam.Kebersihan alat dan tempat sangat memengaruhi daya simpan. Gula yang bersih bisa bertahan 6-12 bulaGula kelapa adalah pemanis alami yang dibuat dari nira pohon kelapa. Rasanya khas, warnanya cokelat kemerahan, dan banyak dipakai untuk masakan tradisional, jajanan, sampai bahan ekspor. Proses pembuatannya sederhana tapi butuh ketelitian supaya hasilnya tidak mudah berjamur dan rasanya tetap manis legit.

Pemerintah Desa Piasa Kulon menyebut perajin seperti Jumadi adalah contoh pelaku UMKM desa yang patut didukung. Produk gula kelapa lokal dinilai punya peluang pasar luas karena permintaan gula alami terus meningkat.


Tulis Komentar